Jumat, 05 Juni 2015

Kudekap Kusayang sayang


 
Kepadamu kekasih kupersembahkan segala api keperihan 
di dadaku ini demi cintaku kepada semua manusia 
Kupersembahkan kepadamu sirnanya seluruh kepentingan diri dalam hidup 
demi mempertahankan kemesraan rahasia, 
yang teramat menyakitkan ini, 
denganmu Terima kasih engkau telah pilihkan 
bagiku rumah persemayaman dalam jiwa remuk redam hamba-hambamu 
Kudekap mereka, kupanggul, kusayang-sayang, 
dan ketika mereka tancapkan pisau ke dadaku, 
mengucur darah dari mereka sendiri, 
sehingga bersegera aku mengusapnya, 
kusumpal, kubalut dengan sobekan-sobekan bajuku 
Kemudian kudekap ia, kupanggul, kusayang-sayang, 
kupeluk, kugendong-gendong, sampai kemudian mereka tancapkan lagi pisau ke punggungku, 
sehingga mengucur lagi darah batinnya, 
sehingga aku bersegera mengusapnya, kusumpal, kubalut dengan sobekan-sobekan bajuku, kudekap, kusayang-sayang. 

1994 
#EAN

"Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu"