Senin, 02 September 2013

selalu ada

inuesta

Akan selalu ada

   ketika aku memulai mengingat tentang dirimu
terselubung diri ini tentang piawainya cinta kita berdua
tak tertahankan ketika laki2 perkasa sperti diriku :) harus menitihkan air mata karana seorang wanita

Aku tak bisa hidup hanya dengan cerita
cerita-cerita panjang tentang cinta di sepanjang jalan yang akan kita lalui. Sementara, aku meninggalkan cinta yang sebenarnya, yang telah membuatku hidup

    Ah, kau selamat tinggal… Biarlah, aku saja yang akan menjaga kenangan kita. Aku akan hidup dalam kenangan kita, hingga aku menua, dan mencapai titik terakhir usia. Aku memiliki kenanganmu, ah, meski bukan memilikimu

    Saat matahari datang esok, saat itu pula aku akan menebar abu kisah-kisah yang membuatku jatuh cinta kepadamu, Petualang. Malam ini, dongeng-dongengmu, percakapan kita, dan segala harap yang diendapkan hujan akan kubakar di perapian. Aku akan melupakanmu. Abunya akan menebar ke segala arah. Habis bersama angin sebelum sampai kepadamu. Engkau akan sudah sangat jauh dalam perjalananmu

   Kau, berbahagialah. Jangan menengok kembali kenangan kau-aku itu. Itu bukan lagi tentang kita. Itu hanyalah tentang kau-aku. Kau bisa melihat perbedaannya, bukan? 





PENJUAL KENANGAN
inuesta
"Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu"