Minggu, 01 September 2013

putus cinta



PUTUS CINTA . . .???


Ku rasa sering, atau paling gak pernah merasakannya sekali seumurmu kini. Zaman putih biru atau putih abu-abu, saat cinta monyet belum membengkak menjadi cinta gorila. Kau mungkin pernah melewati masa dimana hati berdebar-debar ketika orang yang kau cintai melintas di koridor sekolah, kau curi-curi pandang menjelajahi sosoknya dibarisan upacara bendera, kau menjadi tersenyum tak jelas saat bercermin sambil memikirkan segala tentangnya.
PUTUS CINTA KALII YEEE


Betapa mudahnya ia untuk dikagumi, dan tapi kau tak mengakui bahwa kau menyukainya saat kawan-kawan satu kelas menanyakan isu yang beredar bahwa kau jatuh cinta padanya.

Bagaimana rasanya sakit hati karena putus cinta??

Hmmmm,, kalo saat ini kamu sedang merasakannya, rasa pedih efek dari cintamu tak terbalas, atau cintamu yang berending tak bersama, akan mudah mengatakan bahwa putus cinta itu tidak lebih menyakitkan daripada sakit gigi, walau lagu dangdut era 90-an bilang sakit gigi itu lebih mendingan daripada sakit hati, itu jangan dipercaya mentah-mentah, yang namanya sakit punya cita rasa yang sendiri-sendiri. Mana ada yg mo tukeran sakit hati dengan sakit gigi. Sakit gigi malah bikin gak bisa merem semalaman, gak enak ngapa-ngapain,es kerim rasa es batu, es batu rasa batu bata akibat efek dari syaraf sensitif sakit pada mulut yang juga menyebabkan semua raga jadi tertular sensitif, disenggol dikit bacokkk.. ^^


Gara-gara putus cinta, tiba-tiba aku menjadi sosok pendiam, padahal aslinya aku tu bawel, theorema diam itu emas benar-benar tidak berlaku padaku. Karena aku pernah mempraktekan bahwa diam itu bukan emas, ku taruh batu item seukuran genggaman di depanku yang duduk bersila menghadapainya. Aku diam, si batu tentu saja juga diam. Kami berdiam-diaman lama tanpa kata. Aku cuekk gak mau nyapa duluan, batu juga gak ngomong, kayak orang gak musuhan dahnya. Ku tutup mata, orang yang lewat menyapa dan meledekku, aku tetap diam tak bergeming. Dalam hati aku percaya kalo diam akan mampu merubah batu itu menjadi emas.

Setelah puasa ngomong 119menit lamanya.. dan aku memberanikan diri membuka mata,, tralaaaaa hasilnya tentu saja batu item itu tetap batu, gak jadi emas.. nohh kan itu bukti syahihh kaloq diem itu bukan emas.. kaloq udah jadi emass saat ini aku udah kaya raya dungg.. ( ini sebenarnya yang begoo’ kayaknya aku dah yaaa?? ^__^ )

Yaa begitulah..

Efeks putus cinta membuatku jadi pendiam, aku lebih sering bersemedi dikamar biru, duduk di pojokan sambil nyetel lagu-lagu putus cinta, pakek baju item sambil mata berair mulu.. huwaaaaaaaaa :’(

Lantas aku berfikir, setelah mencium sajadah ba’da magrib dan melanjutkan dengan membaca Mushaf Suci. Aku merenung panjang. Dan berdiskusi dengan ALLAH, Rabb yang Maha Mendengar, Rabb yang Maha pengertian, yang Maha perencana dan terencana, yang maha setilll dah pokoknya..


Ya ALLAH apa setelah Kau pertemukan kami dulu,Kau beri rasa cinta pada kami, Kau satukan kami dalam banyak cerita, apa seperti ini akhirnya?? Kau tinggakan kami setelah sejauh ini kami melangkah??

Ku jawab sendiri : hmmmm.. sepertinya ALLAH mau mengajarkan aku bagaimana menikmati proses hidup. Toh yang aku tetap tersenyum mengenang semua kegilaan yang kamu lakukan dulu. Mendaki bukit berdua, menulis nama kami pada batu sebagai prasasti, bermain layangan, mancing mania, suprice ulangtahun, kehujanan di motor, tertawa dan menangis oleh cinta.

Iyaa deh ALLAH, aku ngerti.. tapi… boleh gak aku minta dia aja yang jadi jodohku, please yaa ALLAH, aku melet dia yang menjadi ibu buat anak-anakku nanti,.. ku jawab sendiri lagi : baik bagiku gak selamanya baik disisi ALLAH, karena ALLAH Maha tau mana yang baik untuk dia dan buatku, okelah dia baik untukku tapi apa ia aku yang terbaik untukknya, apa kamu tega menyakiti dia oleh ke egoisanmu memilikinya. Kamu bahagia dengannya, tapi apa ia bahagia jika bersamamu?? _masihh mikir kerass, sambil jidat berkerutt__

Kamu kan udah pernah janji, kalo bahagianya adalah bahagimu, dengan atau tanpa kamu. Nyakitnya ya awal ini aja, yaa saat-saat sekarang ini. Baru-baru putus, mikirin dia bersama cowok lain, sakitnya tak tertahankan, memikirkannya terjamah pria lain.. huaaaaaaaaaa,, nangisss lagii :’(

Tapi waktu lambat laun akan menutup sedihmu karena kehilangan dia oleh sosok lain yang akan mengeliminasi kenangan-kenangan indah yang pernah kamu ukir bersama.

Yaa ALLAH, aku lagi sedihh ini.. please jangan sampe sedihku ini mebuatku berdosa padamu..

………… ”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ( Al-Baqarah – 216)

Hmmmm, kadang aku seneng juga dikasi ujian sedih begini.. lahh sedih koq seneng??

Maksudku, sedih ini membuatku jadi makin care sama ALLAH, asik banget lho curhat dengan ALLAH dengan mata basah, rasanya deketttttttt banget dengan yang Maha kerenn itu. Kaloq idupku cuman datar-datar aja gak sampai dah aku berdoa sampai cengeng begini.. yappss bener juga kata Sufi (bukan Sufi Martin yang nawarin mode pakaian lewat majalah tuu,, Dutaaa itu tulisanya Sophie Martin lhoo ^^,).. kata Sufi ”kesedihan yang membuatku mendekat ke arah Rabb-ku lebih ku pilih daripada bahagia yang membuatku lalai akan segala nikmatnya”.

Putus cinta itu hal yang biasa, karena ketika kita jatuh pada cinta, kita harus persiapkan separuh hati kita untuk menderita. Karena orang yang paling kita sayangi berpeluang paling besar untuk menyakiti kita, maka sayangi sesuatu secukupnya saja. Karena bisa jadi orang yang kita sayangi akan kita benci, benci sesuatu secukupnya saja, karena bisa saja orang yang kita tidak suka akan menjadi bagian terpenting dalam hidup kita.

Kalau saat ini aku sedih, ya karena aku masih belum mampu menutup ke egoisanmu mengerti bahwa mencintai itu bukan tentang masalah bersama atau tidak. Tapi memberi cinta pada orang yang kita cintai, masalah terbalas atau tidak itu tidak penting. Mencintai itu tugas mulia, hanya untuk orang-orang berhati baik yang tidak pernah ketakutan oleh pembalasan cinta pada orang yang ia cintai.

Ahaaa Tuhan.. Kau memang setillllll..

Terimakasih udah memberi pemikiran sederhana ini.

Terimakasih udah menscene adegan putus cinta ini, kaloq gak karena kesedihan ini mungkin aku hanya akan selalu terlibat dalam pemikiran bahwa mencintai itu ya harus dibalas cinta juga. Mau menelfon kalo ditelfon, mengSMS kalo di SMS duluan, mau memberi kalo yang diberi akan membalas pemberian juga.

Aahhhh.. cinta anak manusia yang belum terlibat Ijabkabul memang sebaiknya jangan terlalu diseriusin, nanti aja saat yang haram menjadi halal, zina manjadi boleh, dan saat dosa menjelma menjadi pahala.

Pasti semua ini akan berakhir senyum.. dia dengan malaikatnya dan aku bersama bidadariku, yaa lebih baik lagi kalo aku jadi malaikatnya dan ia menjadi bidadariku. (”,)

Semua akan berbinar

Ketika wanita yg ku cinta berada dibelakangku sambil mengikuti gerakan sholatku, meng-aminkan doa-doaku, ketika wajah indahnya menjadi penawar letih setiap kali lelah bekerja menjemput rezeki ALLAH.

Siapapun calon makmumku disana, semoga aku adalah berkah untukmu bukan masibah, semoga bersamaku kita menemukan jalan cinta ALLAH sesungguhnya.

Tunggu aku datang menyelamatkanmu dari kerinduanmu menjadi ibu, tunggu aku datang dengan sekarung cinta dan kasih sayang untukmu. Aku janji denganku kau akan menjadi wanita paling mulia.

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)……… (An-nur : 26)



Kamar biruku..


Ketika airmata mulai terganti lekukan bibir senyum



inuesta
"Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu"