Jumat, 07 Agustus 2015

10 Tempat Wisata di Kabupaten Purworejo

Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang masuk dalam wilayah provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Purworejo ini banyak menyimpan keindahan obyek wisata. Jika anda kebetulan atau memang saat ini sedang mencari informasi tempat wisata di Purworejo, di sini saya menyediakan informasi tentang potensi keindahan tempat wisata di Purworejo yang sayang untuk anda lewatkan. Potensi tempat wisata di Purworejo memang patut dibanggakan. Purworejo menghadirkan berbagai macam wisata seperti wisata alam, wisata pantai, dan wisata sejarah. Pesona wisata alam Purwokerto sangat potensial, banyak spot-spot tempat wisata di Purworejo yang menghadirkan perpaduan keindahan alamnya.
Berikut adalah beberapa tempat wisata di Purworejo yang wajib anda kunjungi.

1. Curug Silangit

Curug Silangit merupakan tempat wisata di Purworejo yang menjadi aset wisata kota Purworejo. Dinamakan Curug Silangit karena ketinggian curug ini mencapai 50 meter yang dibagi atas 3 tingkatan curug. Pada curug paling atas setinggi 30meter, curug kedua dan ketiga memiliki tinggi yang sama yaitu 10 meter. Tapi jika anda bermain air di sekitar curug ini sebaiknya hati-hati karena jika anda tidak bisa berenang sebaiknya anda bermain di tepian saja. Curug ini dikenal memiliki kedalaman kedung yang sangat dalam. Akses ke Curug Silangit dapat ditempuh dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi dan letaknya pun mudah dijangkau karena lokasinya berada di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.

2. Wisata Alam Hutan Purworejo

Keindahan alam Purworejo memang sangat potensial, hal ini dibuktikan dengan adanya wisata alam bernuansa hutan yang sangat dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah Purworejo. Tempat wisata di Purworejo ini juga merupakan perkemahan yang bisa juga digunakan untuk sarana outbond dan kegiatan adventure dengan keindahan hutan pinusnya. Di wisata alam hutan ini juga terdapat kebun binatang mini yang memiliki koleksi binatang yang terawat dan bersahabat bagi anak-anak. WIsata Alam Hutan Purworejo atau biasa disebut Kusumo Asri ini terletak di Desa Mayungsari, Kecamatan Bener, Purworejo.
3. Pantai Jatimalang

Keindahan Pantai Jatimalang sudah menjadi idola para wisatawan jika sedang berkunjung ke Purworejo. Sehingga tidak asing jika banyak di sekitar pantai sudah menjadi bangunan-bangunan untuk berjualan atau sekedar menyediakan tempat istirahat para wisatawan. Pantai Jatimalang menawarkan keindahan pantai laut selatan pulau Jawa yang dikenal memiliki ombak yang cukup besar tetapi masih bisa digunakan untuk bermain. Pantai Jatimalang berada di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, atau berjarak sekitar 18 km dari pusat Kota Purworejo
4. Pantai Ketawang

Pantai Ketawang merupakan tempat wisata di Purworejo yang masih asri dan natural. Masih sedikit bangunan yang menunjang akses pantai meskipun terbilang cukup dekat dengan pusat kota. Keadaan pantai masih sepi pengunjung karena belum terjamah para investor, padahal potensi Pantai Ketawang sangat indah. Jika anda berkunjung ke Pantai Ketawang dan jika beruntung akan menjumpai lomba balap kuda yang diadakan warga setempat di Pantai Ketawang. Namun kegiatan ini sangat jarang anda temui karena belum menjadi kegiatan rutin warga setempat. Jika anda tertarik mengunjungi Pantai Ketawang, silahkan datang ke di Desa Ketawang, Kecamatan Grabag, atau berjarak sekitar 22 km dari pusat Kota Purworejo.

5. Masjid Agung Purworejo

Masjid Agung Purworejo digunakan sebagai tempat ibadah utama di Purworejo bagi masyarakat muslim. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Purworejo juga terkadang dijadikan tempat wisata di Purworejo yang banyak diminati pengunjung. Di masjid agung ini anda akan menjumpai sebuah bedug tua yang pembuatannya sekitar tahun 1800 an dan berdiameter 2 meter, akan terlihat sangat besar untuk ukuran sebuah bedug. Keistimewaaan bedug ini adalah bahwa bedug ini hanya digunakan pada saat hari raya dan selama bulan ramadhan saja.
6. Museum Tosan Aji



Museum Tosan Aji atau dikenal dengan nama Museum Pusaka ini menjadi tempat wisata di Purworejo yang menyimpan sejarah yang tinggi. Banyak peninggalan pusaka jaman kerajaan yang disimpan di Museum Tosan Aji. Banyak Pusaka yang dulunya berasal dari tanah Jawa disimpan di museum ini. Museum ini menghadirkan suasana masa lampau dengan kelengkapan koleksi pusaka tanah Jawa.
7. Goa Seplawan

Goa Seplawan terletak di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing dengan jarak tempuh 20 km ke arah timur dari pusat kota dengan ketinggian 700 m di atas permukaan laut sehingga udaranya sangat sejuk. Goa ini memiliki ciri khusus ornamen yang terdapat di dalam goa, antara lain: stalaktit, stalakmit, flow stone, helekit, soda straw, gouwer dam, dan dinding-dinding berornamen seperti bentuk kerangka ikan.
Keadaan sekitar goa ini sangat mengesankan dengan pemandangan alam yang begitu indah ditumbuhi flora antara lain lumut (di mulut goa), paku-pakuan dan panorama hutan pinus yang asri. Para pengunjung juga dapat menikmati taman bunga di sekitar goa.
Panjang Goa Seplawan + 700 m dengan cabang-cabang goa sekitar 150 – 300 m dan berdiameter 15 m. Goa alam yang sangat menakjubkan ini menjadi sangat terkenal dengan diketemukannya arca emas Dewa Syiwa dan Dewi Pawestri seberat 1,5 kg pada tanggal 28 Agustus 1979 yang kini disimpan di Museum Nasional Jakarta.
Obyek wisata ini merupakan potensi wisata yang sangat digemari oleh wisatawan karena disamping keindahan obyeknya, goa ini juga telah dilengkapi beberapa fasilitas penunjang lain seperti listrik sebagai penerang dalam goa, MCK, dan taman. Bahkan pada kawasan ini sudah dibangun gardu pandang dan arena perkemahan (camping ground).
8. Puncak Geger Menjangan

Merupakan kawasan wisata alam, obyek utama yang banyak dinimkati pengunjung adalah keindahan Kota Purworejo dan Pantai Selatan dipandang dari ketinggian puncak bukit. Selain itu, kawasan Geger Menjangan masih menawarkan beberapa obyek rekreasi lainnya, yaitu taman permainan anak, kolam renang dan meja bilyard. Kolam renang dan taman pemancingan terletak di pintu masuk kawasan. Sedang meja bilyard berada di puncak bukit. Suguhan yang lebih dikhususkan untuk kawula muda adalah arena minicross, panjat tebing dan lokasi berbagai pertunjukan umum. Arena minicross berupa lahan cukup luas dengan kontur tanah yang sangat menantang.
Di lokasi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan umum. Sedang panjat tebih telah dibuat secara permanen dengan konstruksi baja berketinggian 15 meter. Memandang keindahan panorama alam dari ketinggian itulah yang ditawarkan kawasan tersebut. Keindahan yang dapat dinikmati dengan biaya yang sangat murah dan mudah dijangkau. Keindahan panorama memang merupakan obyek pokok yang banyak disukai masyarakat, terutama para remaja. Untuk dapat menikmati indahnya panorama tersebut, pengunjung ditantang untuk berolah raga jalan kaki sejaun 1.800 m menyusuri jalan setapak yang telah dibangun dengan paving block.
Perjalanan dari pintu masuk obyek hingga puncak bukit memang cukup mengasyikkan. Wisatawan ditantang untuk membuktikan kehandalan tenaga dengan mendaki bukit yang tingginya sekitar 175 m di atas permukaan laun. Setelah sampai di puncak, wisatawan akan menemukan sebuah bangunan berukuran 6 x 10 meter, itulah gardu pemandangan yang sengaja dibangun untuk menikmati keindahan Kota Purworejo dan Pantai Selatan. Keindahan tersebut akan menikmati secara lebih sempurna dikala cuaca cerah. Satu lagi tempat yang menarik di Kawasan Geger Menjangan adalah sebuah makam tua yakni makan Kyai Imam Puro. Konon merupakan cerita Kyai tersebut merupakan salah satu tokoh yang besar andilnya bagi keberadaan Kabupaten Purworejo. Bahkan karena besarnya andil Kyai Imam Puro, sampai-sampai sejarahnya pernah ditawarkan menjadi tonggak hari jadi Kabupaten Purworejo. Lokasi taman wisata Geger Menjangan terletak di timur laut Kota Purworejo. Masuk dalam wilayah Kelurahan Baledono Kabupaten Purworejo. Jaraknya hanya satu kilometer dari pusat kota. Tidak perlu kendaran angkutan umum untuk mencapainya. Dengan berjalan kaki justru terasa lebih nikmat. Sayangnya, kawasan seluas 20 hektar tersebut hingga kini masih ada kendala. Panduan tentang pola pengembangannya telah ada, berupa rencana tapak kawasan lengkap dengan berbagai programnya. Juga sudah ditetapkan dalam rencana umum tata ruang kota (RUTRK) dan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Akan tetapi belum ada investor yang dengan sungguh0sungguh berani menanamkan modalnya untuk membuka usaha di kawasan ini.
Untuk mencapai ke sana bisa naik angkutan jurusan Kalibata, jalan yang arah ke Magelang, dekat dengan pusat kota kabupaten.
9. Benteng Pendem


Bagi anda mungkin memang asing mendengar kata Benteng Pendem khususnya anda yang berda di luar daerah Purworejo, Kota Purworejo juga pernah dijadikan tempat pangakaln militer penjajah Jepang, hal itu dibuktikan dengan adanya peningggalan sebuah benteng kuno masa penjajahan Jepang, dimana benteng ini dulunya digunakan oleh militer Jepang untuk menahan gempuran Serangan dari arah pantai Selatan.Namun kini Benteng itu bisa berpotensi sebagai objek wisata yang menarik apabila ada dana infrastuktur untuk pengolahannya.
Benteng Pendem terletak di perbukitan Dukuh Kaliwaru, Dusun Bapangsari Krendetan, Kec. Bagelen di ketinggian 200 m di atas permukaan laut. Benteng Pendem ini merupakan peninggalan tentara Jepang yang dibangun pada 1945 dengan jumlah seluruhnya 29 buah. Di masa perang dulu tujuan dibangunnya benteng ini adalah sebagai tempat pertahanan dan pengintaian Jepang dalam menghadapi musuh, terutama yang datang dari arah Laut Selatan. Sayangnya, sebagai saksi bisu sejarah, benteng ini kurang terawat. Di masa datang diharapkan benteng ini dapat menjadi perhatian Pemda terutama aspek perawatannya sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Selama ini lokasi Benteng banyak dikunjungi muda-mudi sebagai tempat rekreasi.
10. Curug Muncar


Tidak hanya curug Silangit yang terdapat n terkenal di purworejo tapi lebih dari itu sebetulnya ada bnyak curug di Kab.Purworejo slaha satunya adalah Curug Muncar berikut ini.
Air terjun Curug Muncar terletak 45 km arah barat laut dari pusat Kota Purworejo. Tepatnya terletak di Desa Kaliwungu, Kec. Bruno, di Kawasan Perhutani. Air terjun ini berada di ketinggian 900 m diatas permukaan laut. Curug Muncar ini masih sangat alami, belum tersentuh oleh bermacam-macam teknologi manusia. Oleh karena itu jika Anda menyukai petualangan alam maka Curug Muncar dapat menjadi pilihan yang tepat.
Disarankan, bila Anda ingin berpetualang ke lokasi ini, sebaiknya persiapkan fisik Anda karena jalan menuju lokasi relatif menanjak, sehingga dikhawatirkan bila fisik anda lemah tidak dapat sampai ke tujuan. Bagaimanapun lokasi ini cocok bagi para pencinta alam dan pendaki gunung.
Bila Anda tiba di lokasi akan terasa betapa agungnya Sang Pencipta alam ini. Kesejukan air dan udara akan menyertai Anda sepanjang waktu. Bila Anda ingin mencoba mandi alam, disinilah pilihan yang tepat. Pengunjung yang pernah ke lokasi ini umumnya mengaku puas dapat menikmati keasrian alam sebagai kekayaan bumi nusantara
"Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu"